Februari 24, 2010

Ribuan Alumnus PP Al Falah Ploso Kediri Padati Banjarnegara



SEDERHANA namun penuh makna, mungkin penggalan kalimat itulah yang mampu menggambarkan situasi saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Almarhumin Masyayikh PP Al Falah Ploso Kediri KH. A Djazuly Ustman ke 35, Nyai Hj.Rodliyah ke 14, dan KH.Hamim Djazuly ke 17 yang digelar oleh para alumnus PP Al Falah Ploso Kediri se-Eks Karesidenan Banyumas Selasa (23/2). Acara dilaksanakan di sebelah utara terminal bus induk, Kelurahan Parakancanggah Banjarnegara.

Sejak sore hari hingga menjelang magrib ribuan alumnus dan jamaah terus berdatangan, bahkan saking padatnya hampir tidak ada lagi tempat yang tersisa. Mereka memadati seluruh kursi yang telah disediakan panitia. Akhirnya, sebagian alumnus dan jamaah harus rela tidak duduk dan mengikuti acara dari luar arena.

Kerinduan ribuan alumnus dan jemaah PP Al Falah Ploso Kediri akan sosok Almarhum PP Al Falah Ploso Kediri KH. A Djazuly Ustman seakan terobati, karena dalam kesempatan tersebut kedua putera beliau yakni KH. Zainudin Djazuly dan KH.Nurul Huda Djazuly juga turut hadir.

Prosesi haul ditandai dengan pemberian santunan kepada 30 orang anak yatim piatu, dilanjutkan dengan penyampaian tausyiah oleh KH. Zainudin Djazuly dan KH.Nurul Huda Djazuly dan diakhiri oleh pembacaan tahlil dan doa.

Dalam nasehatnya, KH. Zainudin Djazuly mengharapkan seluruh alumnus dan jemaat PP Al Falah Ploso Kediri untuk tetap menjaga secara murni seluruh ajaran islam yang selama ini telah diajarkan ketika menuntut ilmu selama di ponpes.

Dikatakannya, orang tua mempunyai tanggung jawab yang besar dalam membesarkan anak agar menjadi orang yang bertanggung jawab bukan hanya kepada negara tapi juga agama. Jangan sampai anak sebagai generasi penerus rusak oleh berbagai hal negatif yang sifatnya liberal dan jauh dari apa yang telah diajarkan Islam.

"Bentengi anak dan generasi muda dengan Iman dan Islam, itulah kewajiban kita sebagai orang tua," ungkapnya.

Menurutnya, perkembangan tekhnologi saat ini lebih banyak mudharatnya daripada positifnya, jika Iman dan Islam seorang muslim lemah. Mereka yang lemah menggunakan tekhnologi untuk hal-hal negatif, namun sebaliknya mereka yang kuat menggunakan tekhnologi untuk kemaslahatan umat manusia.

"Banyak yang karena tekhnologi mereka menjadi serakah, dan lupa diri sehingga akhirnya menghancurkan diri sendiri. Inilah yang harus kita hadapi bersama, jangan sampai generasi muda kita termasuk dalam golongan itu" tuturnya.

Lebih lanjut, menurut KH. Zainudin Djazuly hal lain yang tidak kalah penting guna membentengi generasi muda dari berbagai hal negatif lainnya yakni tetap berusaha untuk hidup bersahaja dan sederhana, tidak berfoya-foya, dan selalu melihat kebawah.

"Inilah yang selalu dianjurkan KH. A Djazuly Ustman agar bisa menikmati hidup yang sesungguhnya dan tidak tersesat pada kehidupan dunia yang sesaat," tukasnya.

Sementara itu putra kedua KH. A Djazuly Ustman, KH.Nurul Huda Djazuly berpesan agar seluruh santri, alumnus, dan jemaat PP Al Falah Ploso Kediri tetap istiqomah dalam memperjuangkan apa yang dicita-citakan oleh ponpes yakni untuk terus memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat umum, sekalipun hanya sedikit yang bisa dilakukan.

"Jangan hitung besar kecilnya, namun manfaat yang bisa kita berikan, karena itu sesungguhnya perjuangan Islam. Istiqomah kuncinya," imbuhnya.

Suasana khusyu terlihat dari wajah para alumnus, dan jemaat PP Al Falah Ploso hingga berakhirnya acara sekitar pukul 23.30. Mereka membubarkan diri dengan tertib. Acara tersebut digelar tiap setahun sekali, di wilayah se-eks Karesidenan Banyumas. (Citra Banch Saldy)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar